Di usiamu yang kedua ini, Mama akan bercerita tentang asal muasal namamu.

Jauh sebelum kau lahir,  Mama memang sudah bercita-cita untuk memberikan nama Bugis kepadamu dan adik-adikmu kelak. Setidaknya ada satu kata dalam rangkaian nama itu yang berasal dari Bahasa ibu dari Ibu ibumu.

Setelah mengetahui dari dokter yang memeriksamu bahwa kau berjenis kelamin laki-laki, Mama pun mulai ‘mencari’ nama yang baik untukmu. ‘Mencari’ karena Mama adalah penutur bahasa Bugis pasif sekali dan saat itu berada jauh dari Pung Ma’-mu yang kira-kira dapat dengan mudah menjadi referensi untuk memilih nama-nama yang baik.

Read the rest of this entry »

Tanasa Family Gathering

Posted: February 11, 2012 in Arung, Jalan-jalan, Papa Bull

Kantor Papa mengadakan Family Gathering, dan kali ini tujuannya ke pantai. Papa sempat menawarkan untuk ikut acara tersebut, dan saya melihat kondisi Arung yang memungkinkan, saya langsung mengiyakan. Ini kali pertama Arung pergi ke pantai. Maksudnya untuk merasakan air laut dan pasirnya.

Arung suka sekali berenang. Selama ini saya dan Papanya hanya mengajak dia berenang ke kolam renang. Agak sedikit was was kalau di kolam, takut kalau-kalau dia BAB di Kolam. Makanya ada adegan sedikit ‘pemaksaan’ di kamar mandi sebelum acara renang berenang dimulai. Tapi untuk kali ini, mungkin tidak terlalu mengerikan melihat ada benda kuning mengapung-ngapung. Menurut saya lho.

Read the rest of this entry »

Saat Giliranmu

Posted: January 31, 2012 in Arung
Arung Qasthalani Masagena

Siang, Kamis. Setelah makan diiringi mengobrol dengan mama dan bermain bersama Aiko, saya mengangkat diri menuju kamar mandi. Seperti biasa, sejak kehamilan memasuki usia 5 bulan, sehabis santap siang saya rasanya ingin ke belakang mengeluarkan lagi apa yang telah masuk ke dalam perut. Belum sempat hasrat tersalur, ternyata tampak bercak darah. Saya panik. Prediksi dokter tanggal 5 atau 6 April, tapi saat itu masih tanggal 25 Maret. Saya kemudian berlari keluar mencari Mama. Saya berdarah, kata saya kepadanya. Beliau juga tampak kaget tapi sedetik kemudian tenang kembali. Siap-siap saja, katanya. Saya berusaha untuk tidak panik. Mencoba mengingat setiap buku yang saya baca tentang pertanda sebelum melahirkan. Darah lendir. Ketuban pecah. Mulas. Dan saya hanya darah saja. Saya kemudian menghubungi sahabat saya, Anandha. Dia menjadi tempat berbagi selama saya hamil. Dia mengambil jurusan kandungan untuk spesialisasinya. Dengan suara tenang ia bertanya tentang pertanda yang saya alami. Dia bertanya apakah sudah sakit tembus belakang. Dan saya menjawab belum, walaupun saya tidak tahu seperti apa sakit yang dimaksud. Saya hanya menjawab seadanya karena saat itu saya memang belum merasakan sakit. Dia menyuruh saya untuk tidak panik dan mengiyakan saat saya mengajukan diri untuk menemui DSOG. Dia juga berpesan agar saya banyak jalan-jalan. Read More

I’m Back

Posted: January 20, 2012 in Uncategorized
Tags:

Sebenarnya ini bagian dari resolusi tahun lalu dan tidak terlaksana, jadi tahun ini menjadi re-resolusi.

Kata-kata akan menjadi saksi bahwa aku ada.